kamen rider decade
Diposting oleh bayu pambudi | | 0 komentarYa... itulah slogan utuk kamen rider heisei kesepuluh, semenjak serial kamen rider kuuga hingga kamen rider kiva. Serial tokuatsu jepang yang dimulai awal tahun 2009.
Decade menawarkan konsep perjalanan antar dunia kamen rider dimana tokoh utama bernama Tsukasa Kadoya yang dituduh sebagai Destroyer of the Worlds atau Penghancur Dunia, dan untuk menghindari hal tersebut, Tsukasa harus 'mengalahkan' Kamen Rider di masing-masing dunia tersebut. Tsukasa dan kawan-kawan harus melewati sembilan dunia Rider yang berbeda-beda dari Kuuga, Kiva, Ryuki, Blade, Faiz, Agito, Den-o, Kabuto, dan Hibiki. Dalam perjalanannya, Tsukasa sebagai Decade selalu mendapatkan peningkatan kemampuan sebagai Rider dari dunia tersebut atau 'memanfaatkan' para Rider tersebut sebagai senjata (Final Form Ride).
Oke kita mulai dari mimpi seorang cewek bernama Natsumi Hikari. Dimana dalam mimpinya tersebut melihat seluruh kamen rider yang bertempur dengan sesuatu. Yang pada akhirnya mereka semua kalah. Dan cewek itu terbangun dari mimpinya.
*Tsukasa Kadoya
Cowok yang terkesan sombong, egois, cuek plus suka pamer inilah yang menjadi sosok decade. Orang ini aneh, dia bahkan tidak mengenal masa lalunya dan tidak tau kenapa ia berada di kota itu. Dia sepertinya selalu membawa kamera jenis Blackbird, fly 135 Twin Lens Reflex Camera. Tapi setiap dia memotret apapun, hasil jepretannya selalu nggak sukses atau bisa dikatakan suram. katanya dunia tempat dia berada itu menolaknya (waduh sakit banget tuh). Setiap melawan bos di satu dunia ia selalu mengucapkan kata "I'm just a passing-through Kamen Rider' atau 'Saya cuma Kamen Rider yang numpang lewat".Dia ni berubah jadi decade pake Decadriver dan Ride Booker
nah... decade ini, diberkahi kekuatan untuk dapat berubah jadi kamen rider era heisei plus dapat meniru kekuatannya (gila kalau yang ini...bisa copy kekuatan kuuga, blade, kabuto.. wuiihhh... ngiler.... ).
ini final formnya
jangan dilihat dari bentuknya (kaya jualan kartu...XD). kekuatannya itu bisa mensummon kamen rider lain dgn final form kamen rider tsb. dan karena summonannya hanya meniru gerakan decade, otomatis final attack ridenya bisa 2Xnya ( bayangin tuhh... ).
tapi decade ini punya rival,, dialah Diend..

kemampuan Diend ini, dapat mensummon para kamen rider(kalo dipikir2 kasihan juga, disummon hanya buat tarung). dan yang menjadi kamen rider ini adalah Daiki Kaitou. Kaitou ini misterius, Orang ini sepertinya mengenal masa lalu tsukasa. dia berpetualang didunia kamen rider untuk mencari setiap harta karun yang ada di tiap2 dunia yang ia singgahi.
jujur walaupun setelah episode 21 keatas, jalan ceritanya terlalu aneh dan tidak menentu. but,, selepas dari itu nikmati aja.. toh kita bisa liat kamen rider pada tarung... XD.
mitoni
Diposting oleh bayu pambudi | | 0 komentar
Mitoni iku asalé saka tembung pitu (7).
Upacara adat iki diselenggarakaké wektu calon ibu nggarbini utawa meteng 7
sasi, tujuane kanggo keslametan calon bayi lan ibuné utawa kanggo sing sifaté tolak bala. Ing dhaérah tinentu, upacara iki
uga diarani tingkeban.
Jabang bayi umur 7 sasi iku wis nduwé raga sing
sampurna. Dadi miturut pengertian wong Jawa, wêtêngan umur 7 sasi iki proses penciptaan
menungsa iku wis nyata lan sempurna neng sasi kaping 7 iki utawa Sapta
Kawasa Jati.Rangkaian acara kanggo upacara mitoni iki luwih akeh tinimbang
upacara ngupati, urut-urutane yaiku siraman, nglebo'ake endhog pitik kampung
neng jero kain calon ibu dening calon bapak, salin rasukan, brojolan
(nglebo'ake kelapa gading enom), memutus lawe utawa lilitan benang (janur),
mecahake wajan lan gayung, nyolong endhog lan terakhir kendhuren. Acara siraman
mung diselenggara'ake kanggo mitoni anak pertama.
Rangkaian acara
kanggo upacara mitoni iki luwih akèh tinimbang upacara ngupati, urut-urutané
yaiku siraman, nglebokaké endhog pitik
kampung ing jero kain calon ibu dening calon bapak, salin rasukan, brojolan
(nglebokaké cengkir klapa gadling), medhot lawé utawa lilitan benang (janur), mecahaké
wajan lan gayung, nyolong endhog lan pungkasan kendhurèn.
Miturut
adat Jawa mitoni iku kudu diselenggarakaké ing dina sing bener-bener apik yaiku dina Senèn awan nganti mbengi utawa uga dina Jemuwah awan nganti mbengi.
caving
Diposting oleh bayu pambudi | | 0 komentar
Speleologi berasal dari kata Spelation (Gua) dan Logos
(Ilmu) dalam bahasa Yunani. Arti umumnya adalah Ilmu Mengenal Gua namun secara
khusus diartikan sebagai Ilmu Riset Dasar yang mempelajari lingkungan gua dan
aspek ilmiah yang ada di dalamnya. Bidang ini menyangkut banyak cabang ilmiah
dari bidang sains yang lain seperti Biologi (mikrobiologi), Geologi, Kimia,
Meteorologi, Anthropologi, Arkeologi, Minerologi, Sedimentologi juga bidang
ilmu yang bersifat sosial seperti Ilmu Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah,
Turisme bahkan Mistik dan Legenda.
Cave dari kata gua.
peralatan :
. Cover all
. Sepatu
. Sarung tangan
. Pelampung
. SRT set
B. Gua1. Macam dan Fungsi Gua
a. Pengertian Gua
Gua adalah suatu lorong bentukan alamiah di bawah tanah yang bisa dilalui oleh manusia, yang hanya bisa dilalui hewan saja disebut gua mikro. Dalam hal ini yang dimaksud adalah gua alam, namun ada juga gua buatan manusia seperti tempat perlindungan perang dan lain-lain.
b. Macam Gua
Gua alam dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan letak dan batuan pembentuknya, yaitu:
1) Gua lava : terbentuk akibat pergeseran permukaan tanah akibat gejala keaktifan vulkanologi, biasanya sangat rapuh karena terbentuk dari batuan muda (endapan lahar) dan tidak memiliki ornamen batuan yang khas.
2) Gua litoral : sesuai namanya terdapat di daerah pantai, palung laut ataupun di tebing muara sungai, terbentuk akibat terpaan air laut (abrasi)
3) Gua batu gamping (karst) : adalah fenomena bentukan gua terbesar (70% dari seluruh gua di dunia). Terbentuk akibat terjadinya peristiwa karst (pelarutan batuan kapur akibat aktifitas air) sehingga tercipta lorong-lorong dan bentukan batuan yang sangat menarik akibat proses kristalisasi dan pelarutan gamping. Diperkirakan wilayah sebaran karst Indonesia adalah yang terbesar di dunia
4) Gua pasir, gua batu halit, gua es dsb : adalah bentukan gua yang sangat jarang dijumpai di dunia, hanya meliputi 5% dari seluruh jumlah gua didunia.
c. Fungsi Gua
1) Tempat berlindung (primitif) manusia dan hewan Tempat penambangan mineral (kalsit/gamping, guano) – tempat perburuan (walet, sriti, kelelawar)
2) Obyek wisata alam bebas dan minat khusus
3) Obyek sosial budaya (legenda, mistik) – gudang air tanah potensial sepanjang tahun
4) Laboratorium ilmiah yang peka, lengkap dan langka
5) Indikator perubahan lingkungan paling sensitif
6) Fasilitas penyangga mikro ekosistem yang sangat peka dan vital bagi kehidupan makro ekosistem di luar gua.
C. Caving
peraturan demi keselamatan sendiri, yaitu :
a. Tidak mengambil sesuatu kecuali mengambil potret (Take nothing but picture.)
b. Tidak meninggalkan sesuatu, kecuali jejak kaki yang penempatannya hati-hati (Leave nothing but carefully placed footprint) Tidak membunuh sesuatu kecuali waktu (Kill nothing but time)
c. Setiap penelusur gua sadar, bahwa setiap bentukan alam di
dalam gua dibentuk dalam kurun waktu ribuan tahun. Setiap usaha merusak gua,
mengambil/ memindahkan sesuatu di dalam gua itu tanpa tujuan jelas dan ilmiah
selektif, akan mendatangkan kerugian yang tidak dapat ditebus.
d. Setiap menelusuri gua dan menelitinya, dilakukan oleh penelusur gua dengan penuh respek, tanpa mengganggu dan mengusir kehidupan bota dalam gua.
e. Setiap penelusur gua menyadari bahwa kegiatan speleologi, baik dari segi olah raga/ segi ilmiahnya bukan merupakan usaha yang perlu dipertontonkan dan tidak butuh penonton.
f. Dalam hal penelusuran gua, para penelusur gua harus bertindak sewajarnya . Para penelusur gua tidak memandang rendah keterampilan dan kesanggupan sesama penelusur. Sebaliknya, seseorang penelusur gua dianggap melanggar etika, bila memaksakan dirinya untuk melakukan tindakan-tindakan di luar batas kemampuan fisik dan tekniknya, serta kesiapan mentalnya.
d. Setiap menelusuri gua dan menelitinya, dilakukan oleh penelusur gua dengan penuh respek, tanpa mengganggu dan mengusir kehidupan bota dalam gua.
e. Setiap penelusur gua menyadari bahwa kegiatan speleologi, baik dari segi olah raga/ segi ilmiahnya bukan merupakan usaha yang perlu dipertontonkan dan tidak butuh penonton.
f. Dalam hal penelusuran gua, para penelusur gua harus bertindak sewajarnya . Para penelusur gua tidak memandang rendah keterampilan dan kesanggupan sesama penelusur. Sebaliknya, seseorang penelusur gua dianggap melanggar etika, bila memaksakan dirinya untuk melakukan tindakan-tindakan di luar batas kemampuan fisik dan tekniknya, serta kesiapan mentalnya.
Goa dibagi menjadi 2 tipe yaitu goa vrtikal dan horizontal.
Dibagi menjadi 4 zona:
1.
Zona terang, daerah yang yang ada di mulut gua,
cahaya masih sama seperti di luar gua.
Zona senja, merupakan daerah di dalam gua dimana tumbuhan hijau masih bisa tumbuh. Cahaya pada daerah ini pada senja hari.
Zona gelap dengan suhu berubah, merupakan daerah gelap total yang dicirikan dengan suhu dan kelembaban yang masih bisa berubah setiap saat sesuai dengan perubahan keadaan cuaca luar.
Zona gelap dengan suhu tetap, merupakan daerah yang terjauh dari mulut gua dengan suhu dan kelembaban yang selalu tetap.
Zona senja, merupakan daerah di dalam gua dimana tumbuhan hijau masih bisa tumbuh. Cahaya pada daerah ini pada senja hari.
Zona gelap dengan suhu berubah, merupakan daerah gelap total yang dicirikan dengan suhu dan kelembaban yang masih bisa berubah setiap saat sesuai dengan perubahan keadaan cuaca luar.
Zona gelap dengan suhu tetap, merupakan daerah yang terjauh dari mulut gua dengan suhu dan kelembaban yang selalu tetap.
2.
Binatang dalam gua dapat dibagi menjadi tiga macam kelompok, yaitu :
1. a. Troglopile, yaitu binatang yang menyukai kegelapan, tetapi masih mencari makan di gua tersebut. Contohnya ; kelelawar dan burung walet.
1. b. Trogloxine, yaitu binatang yang hanya secara kebetulan ada didalam gua, karena sebenarnya binatang itu asing bagi kehidupan gua tersebut. Contohnya ; musang, ular, dan sebagainya.
1. c. Troglobion, yaitu binatang yang seluruh siklus kehidupannya sudah dilakukan di dalam gua, sehingga memiliki sifat yang berbeda dengan binatang sejenisnya di permukaan tanah. Contohnya ; seekor ikan yang sudah sekian lama hidup dan berkembang biak dalam gua pada zona tertentu mengalami perubahan fisik menjadi tidak berpigmen, penglihatan tidan berfungsi dan alat peraba menjadi lebih telanjang.
Binatang dalam gua dapat dibagi menjadi tiga macam kelompok, yaitu :
1. a. Troglopile, yaitu binatang yang menyukai kegelapan, tetapi masih mencari makan di gua tersebut. Contohnya ; kelelawar dan burung walet.
1. b. Trogloxine, yaitu binatang yang hanya secara kebetulan ada didalam gua, karena sebenarnya binatang itu asing bagi kehidupan gua tersebut. Contohnya ; musang, ular, dan sebagainya.
1. c. Troglobion, yaitu binatang yang seluruh siklus kehidupannya sudah dilakukan di dalam gua, sehingga memiliki sifat yang berbeda dengan binatang sejenisnya di permukaan tanah. Contohnya ; seekor ikan yang sudah sekian lama hidup dan berkembang biak dalam gua pada zona tertentu mengalami perubahan fisik menjadi tidak berpigmen, penglihatan tidan berfungsi dan alat peraba menjadi lebih telanjang.
Ada beberapa bentukan yang
terjadi :
1. a. Tubular Stalaktit
Deposit kalsit yang terjadi berbentuk seperti cincin kecil, cincin demi cincin terbentuk menyerupai silinder berongga yang berdiameter sama dengan tetesan air yang menetes darinya. Air terus mengalir dari ujung stalaktit sehingga stalaktit bertambah panjang.
1. b. Drapery
Bentuk kalsit tipis yang jernih seperti lembaran menggantung dari atap gua. Biasanya 3 meter atau lebih.
1. c. Stalagmit
Adalah kebalikan dari stalagtit, tumbuh dari lantai goa.
1. d. Coloum
Adalah bentukan yang terjadi karena pertemuan antara stalakmit yang tumbuh ke atas dan pertumbuhan stalaktit yang tumbuh ke lantai goa.
1. e. Flowstone
Jika aie mengalir pada dinding goa akan terbentuk lembaran-lembaran kalsit yang secara keseluruhan berbentuk seperti aliran air sehingga disebut flowstone.
1. f. Rimstone dams
Terdapat di lantai goa, merupakan bentukan seperti dinding yang mengurang air atau “damn streams”
1. g. Cave pearl / mutiara gua
Adalah yang paling jarang, karena lepas tidak terikat pada lantai dan dinding gua.
1. h. Pisolites
Mutiara gua yang berbentuk di lautan dengan diameter lebih dari 2mm.
1. i. Oolites
Seperti pisolites tetapi diameternya kurang dari 2 mm
1. Deposit yang terbentuk oleh “seeping water”
Mungkin objek menarik ditemukan di gua adalah yang dibentuk oleh seeping water. Speleothem ini berbentuk aneh, sebagian darinya sangat indah dan lembut menonjol pada dinding gua sedemikian rupa sehingga seakan-akan mereka melawam grafitasi.
1. a. Heliotites
Deposit dengan struktur kecil yang terpuntuir, biasanya mengandung kalsit. Panjang beberapa cm atau lebih dan berdiameter ± 5 mm. Karena heliotites menonjol dari atap, dinding goad an lantai goa dengan sudut yang berbeda-beda, maka beberapa peneliti menyebutkan sebagai “eccentric stalaktes”.
1. Deposit yang dibentuk oleh genangan air
1. a. Cave Rart
Suatu lapisan tipis seperti film dengan tebal kurang dari 0,1 mm, mengapung didukung oleh tekanan permukaan kolam. Biasanya dari kalsit.
1. b. Cave bubble
Tidak pernah berdiameter lebih dari 5 mm, mempunyai dinding yang sangat tipis, dibentuk pada permukaan air dengan mengkristalkan kalsit di sekitar “bubble”
( gelombang )
1. a. Tubular Stalaktit
Deposit kalsit yang terjadi berbentuk seperti cincin kecil, cincin demi cincin terbentuk menyerupai silinder berongga yang berdiameter sama dengan tetesan air yang menetes darinya. Air terus mengalir dari ujung stalaktit sehingga stalaktit bertambah panjang.
1. b. Drapery
Bentuk kalsit tipis yang jernih seperti lembaran menggantung dari atap gua. Biasanya 3 meter atau lebih.
1. c. Stalagmit
Adalah kebalikan dari stalagtit, tumbuh dari lantai goa.
1. d. Coloum
Adalah bentukan yang terjadi karena pertemuan antara stalakmit yang tumbuh ke atas dan pertumbuhan stalaktit yang tumbuh ke lantai goa.
1. e. Flowstone
Jika aie mengalir pada dinding goa akan terbentuk lembaran-lembaran kalsit yang secara keseluruhan berbentuk seperti aliran air sehingga disebut flowstone.
1. f. Rimstone dams
Terdapat di lantai goa, merupakan bentukan seperti dinding yang mengurang air atau “damn streams”
1. g. Cave pearl / mutiara gua
Adalah yang paling jarang, karena lepas tidak terikat pada lantai dan dinding gua.
1. h. Pisolites
Mutiara gua yang berbentuk di lautan dengan diameter lebih dari 2mm.
1. i. Oolites
Seperti pisolites tetapi diameternya kurang dari 2 mm
1. Deposit yang terbentuk oleh “seeping water”
Mungkin objek menarik ditemukan di gua adalah yang dibentuk oleh seeping water. Speleothem ini berbentuk aneh, sebagian darinya sangat indah dan lembut menonjol pada dinding gua sedemikian rupa sehingga seakan-akan mereka melawam grafitasi.
1. a. Heliotites
Deposit dengan struktur kecil yang terpuntuir, biasanya mengandung kalsit. Panjang beberapa cm atau lebih dan berdiameter ± 5 mm. Karena heliotites menonjol dari atap, dinding goad an lantai goa dengan sudut yang berbeda-beda, maka beberapa peneliti menyebutkan sebagai “eccentric stalaktes”.
1. Deposit yang dibentuk oleh genangan air
1. a. Cave Rart
Suatu lapisan tipis seperti film dengan tebal kurang dari 0,1 mm, mengapung didukung oleh tekanan permukaan kolam. Biasanya dari kalsit.
1. b. Cave bubble
Tidak pernah berdiameter lebih dari 5 mm, mempunyai dinding yang sangat tipis, dibentuk pada permukaan air dengan mengkristalkan kalsit di sekitar “bubble”
( gelombang )
Langganan:
Postingan (Atom)





